Mengamati Perkembangan Fisik Anak Usia 3 Tahun

Usia 3 tahun merupakan usia anak yang sedang sangat menggemaskan jika dilihat. Di usia tersebut anak sudah lebih tenang dalam tindakannya. Ia tidak lagi mengacaukan dapur dan lebih erat dalam menggenggam sesuatu yang dipegangnya. Perkembangan anak usia 3 tahun tidak boleh orangtua lewatkan, jangan lupa untuk selalu mendukung tumbuh kembangnya.

Perkembangan Fisik Anak Usia 3 Tahun

Beberapa perkembangan fisik anak usia 3 tahun yang bisa dilihat adalah sebagai berikut:

1. Keseimbangan tubuh anak lebih baik

Perkembangan fisik anak usia 3 tahun ditandai dengan tubuhnya yang sudah lebih seimbang dibanding dengan anak usia 2 tahun ke bawah. Di usia 3 tahun, anak sudah bisa berjalan tanpa sempoyongan dan lebih tegap. Hal ini diperkuat dengan adanya growth spurt yang dialami oleh anak usia 3 tahun yang menyebabkan anak mengalami lonjakan pertumbuhan yang berpusat pada kaki.

2. Mulai menyukai tantangan

Anak usia 3 tahun menyukai tantangan dan berbagai hal yang membutuhkan kejelian, seperti mengikat tali sepatu dan mengancing baju mereka sendiri. Bagi mereka ini adalah hal yang sangat membuat penasaran dan menantang kemampuan mereka dalam berketerampilan dan mengingat metode yang diajarkan orangtua. Orangtua dapat mengajarkan hal tersebut dengan metode yang menyenangkan.

3. Lebih mandiri

Anak usia 3 tahun cenderung menyukai hal yang dilakukan sendiri, seperti makan sendiri, mencuci tangan dan kaki sendiri, serta lebih aktif dalam bermain. Orangtua dapat mengajarkan etika-etika dalam makan atau hal lainnya kepada anak agar menjadi kebiasaan yang akan dibawanya kelak saat anak sudah tumbuh lebih besar.

4. Lebih kuat

Perkembangan anak usia 3 tahun ditandai juga dengan tubuhnya yang lebih kuat. Ia bisa menangkap bola besar dengan tangannya, suka melompat meski belum bisa mendarat dengan baik, dan sudah bisa menuruni anak tangga dengan cepat dengan menapakkan telapak kakinya ke anak tangga. Anak juga sudah mulai bisa mengayuh sepeda roda tiga, memanjat, berlari, dan sudah bisa berjalan jinjit.

Namun anak masih sulit untuk melakukan dua kegiatan secara bersamaan seperti berbicara sambil berlari.