Akan Membangun Rumah? Yuk, Kenali IMB Lebih Dekat!

Akan Membangun Rumah? Yuk, Kenali IMB Lebih Dekat!

Ketika akan membangun rumah, Anda mungkin akan sangat terfokus pada hal-hal teknis seperti beraspa banyak bujet yang harus disiapkan, bagaiman menyusun Rancangan Anggaran Biaya yang tepat, memilih pembangun terpercaya, mencari-cari inspirasi model rumah, sampai menentukan warna cat rumah Anda nantinya. Dengan begitu banyaknya hal yang harus Anda pikirkan dan rencanakan sebelum benar-benar memulai urusan membangun rumah, Anda mungkin melupakan satu hal kecil, namun penting perannya untuk kelangsungan bangunan rumah Anda ke depannya, yaitu mengurus IMB atau Izin Mendirikan Bangunan.

Selain berfungsi sebagai surat izin yang sah di mata hukum untuk mendirikan bangunan di negeri ini, IMB ternyata memiliki beberapa fungsi lain yang akan sangat berguna bagi Anda. Berikut adalah beberapa manfaat IMB yang perlu Anda ketahui:

  • Sebagai suatu kepastian hukum untuk pendirian bangunan di lokasi tersebut
  • Sebagai syarat transaksi jual beli dan sewa menyewa rumah di kemudian hari
  • Sebagai syarat mengajukan KPR untuk pembelian rumah seken

 

Di samping itu, kapan sih kiranya IMB diperlukan? Apakah IMB hanya semata-mata diperlukan ketika Anda ingin membangun rumah baru? Jawabannya, tidak juga. Berikut adalah waktu-waktu di mana Anda akan membutuhkan sebuah IMB, di antaranya adalah:

  1. Ketika akan mendirikan bangunan baru
  2. Ketika akan membongkar, membangun kembali, dan merenovasi bangunan lama
  3. Ketika bangunan yang sudah terlanjur didirikan namun belum memiliki IMB di awal
  4. Ketika akan mendirikan tembok pembatas
  5. Ketika mendirikan konstruksi reklame
  6. Ketika akan mendirikan tower atau Menara antena berkonstruksi
  7. Ketika akan membuat lantai terbuka dengan perkerasan seperti tempat penimbunan barang atau lahan parkir
  8. Ketika mendirikan lapangan olahraga dengan sistem pemadatan seperti lapangan tenis, golf, dan futsal.

 

Adapun untuk tujuan yang berbeda, dibutuhkan jenis IMB yang berbeda-beda pula. Misalnya jika Anda ingin membongkar dan membangun kembali bangunan lama, tentu jenis IMB yang Anda ajukan akan berbeda dengan jenis IMB yang ditujukan untuk pembangunan rumah baru. Nah, sebelum mulai mengurus IMB ke kantor kecamatan, ketahui dulu apa saja jenis IMB yang ada, dan IMB jenis apa yang sesuai dengan proyek pembangunan rumah Anda.
Secara umum, pengajuan IMB ada tiga jenis, yaitu:

1. IMB Rumah Baru

IMB Rumah Baru ini ditujukan untuk Anda yang bermaksud untuk membangun sebuah rumah atau bangunan baru di lahan kosong. IMB jenis inilah yang paling sering diajukan oleh orang-orang, dan proses pembuatannya bisa memakan waktu sampai satu bulan lamanya. Jadi, jika Anda ingin rumah Anda selesai tepat waktu, jangan tunda urusan mengurus IMB.

2. IMB Renovasi

Selain saat akan membuat bangunan yang sepenuhnya baru, Anda juga perlu mengurus IMB ketika akan melakukan renovasi rumah. Segala pekerjaan renovasi rumah yang melibatkan perubahan konstruksi, struktur dan wajah bangunan membutuhkan izin dari pemerintah daerah setempat. Adapun untuk renovasi minor seperti misalnya pengecatan dan pergantian rangka atap, tidak dibutuhkan IMB dalam pengerjaannya. Jadi, IMB renovasi hanya diperlukan jika pekerjaan tersebut dirasa akan merubah struktur bangunan.

3. IMB Rumah Lama

Biasasnya Anda akan memerlukan IMB jenis ini ketika Anda hendak menjual rumah lama yang belum memiliki IMB sebelumnya. Sudah menjadi rahasia public bahwa tidak sedikit masyarakat Indonesia yang belum memahami pentingnya memiliki IMB, namun ketika mereka akan menjual properti berupa rumah atau bangunan lain yang dimilikinya, barulah mereka berusaha melengkapi surat-surat yang diperlukan. Dalam hal ini, jenis IMB yang perlu Anda ajukan adalah jenis IMB Rumah Lama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *